Search for collections on IAIN SAS Babel Repository

Pemenuhan nafkah Iddah dalam perkara Cerai Gugat: Efektifitas surat edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 di Pengadilan Agama Mentok Kelas II Kabupaten Bangka Barat

Noviansyah, Andrian (2026) Pemenuhan nafkah Iddah dalam perkara Cerai Gugat: Efektifitas surat edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 di Pengadilan Agama Mentok Kelas II Kabupaten Bangka Barat. Undergraduate thesis, Institiut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.

[thumbnail of Halaman Awal_1932006.pdf] Text
Halaman Awal_1932006.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (4MB)
[thumbnail of BAB I_1932006.pdf] Text
BAB I_1932006.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (275kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB II_1932006.pdf] Text
BAB II_1932006.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (223kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III_1932006.pdf] Text
BAB III_1932006.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (101kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV_1932006.pdf] Text
BAB IV_1932006.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V_1932006.pdf] Text
BAB V_1932006.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (57kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_1932006.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA_1932006.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (87kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA:
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas penerapan SEMA Nomor 2 Tahun 2019 dalam pemenuhan hak nafkah iddah pada perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Mentok. Latar belakang penelitian berangkat dari masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak pascaperkawinan serta adanya dugaan bahwa implementasi aturan tersebut belum berjalan optimal di tingkat peradilan agama daerah. Aturan ini penting karena memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi perempuan yang mengajukan cerai gugat untuk memperoleh nafkah iddah dan mut’ah, sekaligus memberi kewenangan eksekutorial kepada pengadilan.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hukum empiris melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh dari pejabat Pengadilan Agama Mentok, hasil persidangan, serta putusan-putusan terkait, seperti Putusan Nomor 81/Pdt.G/2024/PA.MTK. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat sejauh mana ketentuan dalam SEMA No. 2 Tahun 2019 diterapkan dalam proses pemeriksaan maupun pelaksanaan putusan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEMA Nomor 2 Tahun 2019 telah memberikan pengaruh positif terhadap pemenuhan nafkah iddah dalam perkara cerai gugat, terlihat dari kewajiban pembayaran nafkah yang dicantumkan dalam amar putusan sebelum pengambilan akta cerai. Namun, implementasinya belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat keterbatasan, seperti minimnya pemahaman pihak penggugat dan adanya celah administratif yang membuat sebagian kewajiban mantan suami tidak selalu terpenuhi. Secara keseluruhan, aturan ini terbukti memperkuat perlindungan hak perempuan pascacerai.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords: sema nomor 2 tahun 2019; cerai gugat; nafkah iddah; pa mentok; hak perempuan
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 347 Prosedur dan pengadilan
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam > Tugas Akhir Mahasiswa
Depositing User: Andrian Noviansyah
Date Deposited: 02 Apr 2026 01:49
Last Modified: 02 Apr 2026 01:50
URI: http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/4482

Actions (login required)

View Item
View Item