Muhtamar, Wendi (2025) Penerapan syibhul ’iddah bagi laki-laki berdasarkan surat edaran direktur jenderal bimbingan masyarakat Islam nomor: P-005/DJ. III/Hk.00.7/10/2021 tentang pernikahan dalam masa ’iddah istri ditinjau dari perspektif Sadd Az-zari’ah: Studi kasus di Kantor Urusan Agama Kabupaten Bangka. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_2132003 (2).pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (3MB)
BAB I_2132003.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (337kB) | Request a copy
BAB II_2132003.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (454kB) | Request a copy
BAB III_2132003.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (236kB) | Request a copy
BAB IV_2132003.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (313kB) | Request a copy
BAB V_2132003.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (177kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA_2132003.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (185kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA:
Penelitian ini membahas penerapan Syibhul ’Iddah bagi Laki-Laki berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor: P-005/DJ. III/Hk.00.7/10/2021 tentang Pernikahan dalam masa ’Iddah Istri dengan ditinjau dari perspektif Sadd Aż-Żari’ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan Syibhul ’Iddah di KUA Kabupaten Bangka sesuai dengan regulasi yang berlaku dan nilai-nilai hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan. pendekatan kualitatif. Penelitian empiris-kualitatif dengan ini berfokus pada KUA Kabupaten Bangka, di mana data awal (2022-2025) menunjukkan adanya penerapan yang signifikan, ditandai dengan kasus penolakan permohonan nikah yang tercatat (misalnya 72 kasus di KUA Sungailiat pada 2022). Penerapan ini bertujuan untuk meminimalisir mafsadah (kerusakan) dengan memberikan ruang rekonsiliasi (ruju’) dan melindungi hak-hak mantan istri.
Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan Syibhul 'Iddah di KUA Kabupaten Bangka dinilai efektif dan konsisten sebagai upaya preventif (ihtiyath). Hal ini diindikasikan oleh akumulasi KUA Kecamatan Sungailiat mencatat frekuensi kasus tertinggi. Secara normatif, kebijakan ini selaras dengan prinsip Sadd Aż-Żari’ah, yang bertujuan menutup celah menuju mafsadah (kerusakan). KUA melakukan upaya mitigasi melalui sosialisasi intensif dan koordinasi kelembagaan terstruktur dengan Pengadilan Agama (PA) untuk menjamin tertib administrasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | syibhul 'Iddah; sadd Aż-Żari'ah; perceraian; masa 'iddah |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 346 Hukum privat, hukum perdata 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam > Tugas Akhir Mahasiswa |
| Depositing User: | Wendi Muhtamar |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 03:28 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 03:28 |
| URI: | http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/4418 |
