Safitri, Sari (2026) Perspektif hukum Islam terhadap alasan hidup membujang bagi pria usia madya yang memiliki kemampuan menikah: Studi di Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_2132061.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
BAB I_2132061.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (360kB) | Request a copy
BAB II_2132061.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (450kB) | Request a copy
BAB III_2132061.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (268kB) | Request a copy
BAB IV_2132061.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (491kB) | Request a copy
BAB V_2132061.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (199kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_2132061.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (184kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pria usia madya yang masih hidup membujang meskipun telah memiliki kemampuan untuk menikah. Pernikahan dalam Islam merupakan ibadah dan sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan bagi seseorang yang telah memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Namun, dalam kenyataannya masih terdapat pria usia 40–60 tahun di Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka yang memilih untuk tetap hidup membujang. Kondisi tersebut menarik untuk dikaji karena keputusan membujang tidak hanya berkaitan dengan pilihan pribadi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, psikologis, dan tanggung jawab keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi alasan pria usia madya di Desa Mendo memilih hidup membujang meskipun memiliki kemampuan menikah serta menganalisis fenomena tersebut berdasarkan perspektif hukum Islam dengan pendekatan Maqashid Syariah.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap pria usia madya yang masih membujang serta memiliki kemampuan untuk menikah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan dikaitkan dengan ketentuan hukum Islam serta tujuan-tujuan Maqashid Syariah. Fokus penelitian diarahkan pada pria usia 40–60 tahun yang hidup membujang di Desa Mendo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan pria usia madya di Desa Mendo masih membujang, yaitu faktor ekonomi, faktor usia dan kesulitan mencari pasangan, kebiasaan hidup sendiri, serta tanggung jawab terhadap keluarga. Faktor ekonomi terutama berpengaruh pada masa lalu ketika kondisi pekerjaan dan pendapatan belum stabil, sehingga informan lebih memprioritaskan kebutuhan keluarga. Setelah kondisi ekonomi membaik, status membujang tetap berlanjut karena dipengaruhi faktor usia, keterbatasan lingkungan pergaulan, kesulitan menemukan pasangan yang sesuai, serta kenyamanan menjalani kehidupan sendiri. Selain itu, tanggung jawab terhadap orang tua dan keluarga menjadi alasan sebagian informan menunda pernikahan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | hukum Islam; hidup membujang; pria usia madya; kemampuan menikah; maqashid syariah |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 341 Hukum-hukum negara |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam > Tugas Akhir Mahasiswa |
| Depositing User: | Sari Safitri |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 08:06 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 08:06 |
| URI: | https://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/5703 |
