Karmianto, Johan Apris (2026) Tinjauan hukum Islam terhadap upaya pasangan disabilitas memenuhi kewajiban suami istri dalam pernikahan perspektif maqasid syari'ah: Studi kasus Kota Pangkalpinang. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_2132023.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
BAB I_2132023.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (337kB) | Request a copy
BAB II_2132023.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (396kB) | Request a copy
BAB III_2132023.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (250kB) | Request a copy
BAB IV_2132023.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (364kB) | Request a copy
BAB V_2132023.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (213kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_2132023.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (222kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA:
Pernikahan pasangan disabilitas memiliki kompleksitas tersendiri dalam pemenuhan kewajiban dan perwujudan keharmonisan rumah tangga akibat keterbatasan fisik maupun sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap hak akad dan keadilan nafkah pasangan disabilitas, serta mengidentifikasi faktor pendorong keharmonisan pernikahan mereka di Kota Pangkalpinang.
Penelitian lapangan (field research) kualitatif ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam bersama pasangan disabilitas (netra dan wicara), Kepala KUA Kecamatan Rangkui dan Gabek, penyuluh, serta tokoh agama di Kota Pangkalpinang. Data dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan pisau analisis teori Maqāṣid Asy-Syarī‘ah.(fokus pada pilar Hifzh ad-Din) dan Kaidah Fikih.
Hasil penelitian menunjukkan syariat memandang penyandang disabilitas secara inklusif dan setara. Berdasarkan kaidah al-mashaqqah tajlib al-taisir, diberikan rukhṣah prosedural berupa legalitas bahasa isyarat/tulisan dalam akad nikah di KUA Kecamatan Rangkui guna menjaga validitas teologis dari cacat syubhat. Pada fase domestik, pemenuhan nafkah suami disabilitas netra melalui usaha pijat dinilai sah berdasarkan konsep al-kasb (usaha halal) untuk menjaga muru’ah (kehormatan diri). Adapun kendala ketiadaan kurikulum bimbingan perkawinan khusus disabilitas di KUA disiasati melalui pendekatan mediasi keluarga. Faktor Pendorong Keharmonisan: Keharmonisan rumah tangga diikat kuat oleh kesadaran teologis Hifzh ad-Din melalui sinergi dua faktor. Secara internal, hambatan visual dikompensasi melalui komunikasi adaptif non-visual (kepekaan auditori dan komunikasi taktil) sebagai wujud sabar dan rida. Secara eksternal, ketahanan keluarga didorong oleh dukungan sosial (social support) keluarga dan tetangga yang minim stigma, sehingga menciptakan kesejahteraan psikologis. Nilai spiritual mendudukkan keterbatasan fisik bukan sebagai beban, melainkan sebagai ruang ibadah untuk saling melengkapi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | hukum islam; pasangan disabilitas; kewajiban suami istri; keharmonisan; hifzh ad-din |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam > Tugas Akhir Mahasiswa |
| Depositing User: | Johan Apris Karmianto |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 07:46 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 07:46 |
| URI: | https://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/5688 |
