Artika, Marlinda (2026) Implementasi terapi sensori integrasi untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak autis di UPTD Pendidikan Inklusi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman awal_2221017.docxx (1).pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (713kB)
BAB I_2221017.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (171kB) | Request a copy
BAB II_2221017.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (192kB) | Request a copy
BAB III_2221017.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (155kB) | Request a copy
BAB IV_2221017.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (328kB) | Request a copy
BAB V_2221017.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (121kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA_2221017.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (132kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hambatan interaksi sosial yang dialami anak autis, seperti kesulitan melakukan kontak mata, merespons orang lain, berkomunikasi, berinteraksi dengan teman sebaya, serta berpartisipasi dalam aktivitas bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi terapi sensori integrasi, kondisi kemampuan interaksi sosial anak autis sebelum mengikuti terapi sensori integrasi, serta hasil implementasi terapi sensori integrasi dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak autis di UPTD Pendidikan Inklusi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis domain model Spradley. Implementasi terapi sensori integrasi dilaksanakan secara individual, sistematis, bertahap, dan berkelanjutan dengan menyesuaikan kondisi, kemampuan, serta kebutuhan masing-masing anak. Pelaksanaan terapi terdiri atas lima tahapan, yaitu assessment atau penilaian awal, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan evaluasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti terapi sensori integrasi, anak autis mengalami berbagai hambatan dalam kemampuan interaksi sosial. Setelah mengikuti terapi secara rutin dan konsisten, terlihat perkembangan positif pada beberapa aspek interaksi sosial, meliputi kemampuan melakukan kontak mata, merespons orang lain, berkomunikasi, berinteraksi dengan keluarga dan teman sebaya, bekerja sama, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Anak juga mulai mengikuti aktivitas bersama, meminta sesuatu dengan cara yang lebih sesuai secara sosial, menunggu giliran, berbagi, dan bekerja sama dengan orang lain. Perkembangan kemampuan setiap anak menunjukkan perbedaan sehingga pelaksanaan terapi masih memerlukan konsistensi, latihan secara berulang, pendampingan, serta keterlibatan orang tua melalui home program.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | terapi sensori integrasi; interaksi sosial; anak autis; pendidikan inklusi |
| Subjects: | 100 - Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi (ilmu jiwa) > 152 Persepsi sensorik, gerakan, emosi, dan dorongan fisiologis 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial 300 – Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya > 371.9 Pendidikan Khusus, Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Inklusif, Pendidikan Inklusi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Bimbingan dan Konseling Islam > Tugas Akhir |
| Depositing User: | Marlinda Artika |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 06:57 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 06:57 |
| URI: | https://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/5675 |
