Sufi, Muhammad (2026) analisis semiotika Ilustrasi foto jurnalistik di akun instagram tempodotco pada berita kebijakan-kebijakan gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_2022022.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (641kB)
BAB I_2022022.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (337kB) | Request a copy
BAB II_2022022.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (344kB) | Request a copy
BAB III_2022022.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (284kB) | Request a copy
BAB IV_2022022.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (793kB) | Request a copy
BAB V_2022022.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (273kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_2022022.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (255kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan media sosial sebagai panggung utama komunikasi politik dan persebaran informasi. Di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi muncul sebagai fenomena "Gubernur Konten" yang aktif membuat konten tentang kepemimpinan melalui platform digital. Namun, popularitas tersebut beriringan dengan berbagai kebijakan kontroversial, seperti militerisasi pendidikan bagi siswa bermasalah dan larangan kegiatan study tour. Media independen Tempo.co, melalui akun Instagram @tempodotco, merespons fenomena ini dengan menyajikan ilustrasi foto jurnalistik yang mempunyai banyak pesan kritis.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membedah pemaknaan ilustrasi foto jurnalistik di akun Instagram @tempodotco pada berita kebijakan-kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi periode Mei 2025 melalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi terhadap enam unggahan ilustrasi karikatur digital yang dipilih secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui teori Peirce, representamen visual berupa atribut budaya Sunda (totopong) dan penggunaan bahasa khas sunda menyimbolkan identitas politik digital-populis. Dari sisi objek, ilustrasi merujuk pada realitas krisis kebijakan pendidikan dan lingkungan yang memicu perdebatan publik. Interpretant yang dihasilkan membangun banyak pertanyaan publik melalui metafora "Ponten Merah" dan pengungkapan tim kreatif di balik layar. Melalui segi ikon, indeks, dan simbol, penelitian ini menyimpulkan bahwa Tempo.co menjalankan fungsi watchdog digital dengan mendekonstruksi narasi "autentisitas" gubernur menggunakan satir visual. Temuan ini menegaskan bahwa dalam ekosistem attention economy, ilustrasi editorial berfungsi sebagai instrumen kritik untuk mengungkap ketimpangan antara citra konten dengan substansi kebijakan publik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | semiotika; charles sanders peirce; instagram; tempodotco; medi mulyadi |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Komunikasi dan Penyiaran Islam > Tugas Akhir |
| Depositing User: | Muhammad Sufi |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 11:48 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 11:48 |
| URI: | https://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/5421 |
