Novianti, Tiara (2026) Implementasi konseling individual dalam paradigma behaviorisme di SMA Negeri 2 Toboali. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_1915081.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
BAB I_1915081.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (302kB) | Request a copy
BAB II_1915081.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (349kB) | Request a copy
BAB III_1915081.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (269kB) | Request a copy
BAB IV_1915081.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (337kB) | Request a copy
BAB V_1915081.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (195kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_1915081.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (209kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA:
Kedisiplinan merupakan pengendalian perilaku atau diri serta proses latihan agar dapat memenuhi peraturan tata tertib yang dibuat di sekolah maupun di luar sekolah. Dan disiplin juga merupakan kesadaran diri dalam menyikapi dan mengambil keputusan dalam berperilaku baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik.
Proses konseling meliputi tahap asesmen, penetapan tujuan perubahan perilaku, pelaksanaan intervensi menggunakan teknik penguatan positif (reward), pemberian konsekuensi, dan pembentukan perilaku (shaping), serta evaluasi secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling individual dengan pendekatan behaviorisme telah dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan prinsip-prinsip behavioristik. Pendekatan behaviorisme yang lebih menekankan pada penguatan eksternal juga menyebabkan sebagian peserta didik hanya menunjukkan perilaku disiplin ketika terdapat pengawasan atau pemberian reward.
Pelaksanaan konseling tersebut mampu meningkatkan perilaku disiplin peserta didik, seperti kedisiplinan dalam kehadiran, kepatuhan terhadap tata tertib, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, meskipun tingkat keberhasilannya berbeda pada setiap individu. Adapun kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya dukungan keluarga dalam membentuk dan mempertahankan perilaku disiplin di rumah. Selain itu, rendahnya motivasi intrinsik peserta didik, keterbatasan waktu konselor dalam memberikan layanan secara intensif, serta kurangnya sinergi antara sekolah dan keluarga turut memengaruhi efektivitas konseling. Dengan demikian, implementasi konseling individual dalam paradigma behaviorisme memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik, namun memerlukan dukungan keluarga dan kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah dan orang tua agar perubahan perilaku dapat berlangsung secara konsisten.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | konseling individual; behaviorisme; kedisiplinan |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya > 371.4 Pendidikan Konseling, Bimbingan Murid, Penyuluhan Murid |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam > Tugas Akhir Mahasiswa |
| Depositing User: | Tiara Novianti |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 08:42 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 08:46 |
| URI: | http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/5302 |
