Argesta, Duta (2026) Praktik pengangkatan anak sakit Belangir oleh masyarakat di Desa Sarangmandi Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah ditinjau dari maslahah. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_2232018.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (792kB)
BAB I_2232018 .pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (234kB) | Request a copy
BAB II_2232018.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (381kB) | Request a copy
BAB III_2232018.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (120kB) | Request a copy
BAB IV_2232018 .pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (303kB) | Request a copy
BAB V_2232018.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (82kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_2232018 .pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (174kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA:
Pengangkatan anak sakit (Belangir) menjadi salah satu realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat Desa Sarangmandi Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Pengangkatan anak sakit (Belangir) dilakukan agar kondisi anak yang sudah sehat setelah menjalani pengobatan tradisional dengan tabib kampung karena ada kepercayaan agar anak tidak mudah sakit.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research, sumber data yang didapat melalui data primer (yang berkaitan dengan subyek penelitian) dan data sekunder (berkaitan dengan literature yang berhubungan dengan obyek penelitian) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semiterstruktur dengan tabib kampung dan orang tua kandung, serta dokumentasi. Kemudian dilakukan untuk uji keabsahan data melalui triangulasi, dan tahap akhir yaitu dengan teknik analisis data yang berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan anak sakit (Belangir) dipengaruhi oleh faktor utama yaitu kesehatan, sebagai alternatif pengobatan, dan faktor pendorong yaitu faktor sosial, atas saran keluarga atau lingkungan karena kepercayaan masyarkat setempat hingga berdampak pada mengubah nama dari anak yang diangkat. Dari tinjauan maslahah jika dilihat dari faktor Kesehatan tidak bertentangan dengan prinsip syariat, karena metode pengobatan tradisional yang digunakan umum digunakan dengan tujuan untuk mengobati anak yang sakit. Namun, jika dilihat dari fakor sosial pengangkatan anak sakit (Belangir) bertentangan pada hukum Islam sebab dari pengangkatan yang terjadi berdampak pada mengubah nama dari anak yang diangkat. Sehingga nama panggilan anak tersebut dipanggil menggunakan nama dari orang tua angkat bukan pemberian orang tua kandung. Kemudian adanya kepercayaan masyarakat setempat yang berlebihan dan meyakini bahwa anak menjadi jarang sakit karena diangkat oleh tabib kampung, padahal yang memberi sakit dan nikmat sehat hanyalah Allah SWT, maka keyakinan tersebut dapat bergeser dari syari’at kepada kepercayaan yang keliru. Ini berbahaya karena menempatkan manusia seolah-olah memiliki kuasa atas kesehatan, bukan sekadar sebagai perantara usaha.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | pengangkatan anak; anak sakit (belangir); maslahah |
| Subjects: | 200 – Agama > 290 Agama lainnya > 297 Agama Islam > 297.14 Ilmu Fikih/Hukum Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam > Tugas Akhir Mahasiswa |
| Depositing User: | Duta Argesta |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 04:31 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 04:31 |
| URI: | http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/5285 |
