Putra, Adi (2026) Dinamika komunikasi antarbudaya terhadap Kohesi sosial etnis Tionghoa dan Melayu di Desa Puput, Parit Tiga, Bangka Barat. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
HALAMAN AWAL_2122046.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (2MB)
BAB I_2122046.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
BAB II_2122046.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
BAB III_2122046.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (780kB) | Request a copy
BAB IV_2122046.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
BAB V_2122046.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (668kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA_2122046.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (319kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA:
Indonesia sebagai negara multikultural memiliki tingkat keberagaman etnis dan budaya yang tinggi, sehingga komunikasi antarbudaya menjadi faktor penting dalam menjaga kohesi sosial. Desa Puput, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, merupakan wilayah multietnis yang dihuni oleh etnis Tionghoa dan Melayu yang hidup berdampingan dalam satu ruang sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan warga dari kedua etnis, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan merujuk pada Face Negotiation Theory dari Stella Ting-Toomey dan konsep kohesi sosial dari Chan, To, dan Chan yang mencakup dimensi kepercayaan, partisipasi, inklusi, dan solidaritas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya di Desa Puput berlangsung secara dinamis dan cenderung bersifat fungsional, terutama dalam kegiatan ekonomi, interaksi sosial sehari-hari. Namun, dimensi inklusi budaya masih terbatas pada ranah ritual keagamaan yang cenderung dilakukan secara terpisah. Nilai lokal seperti gotong royong, toleransi, dan filosofi “Tongin Fan Ngin Jit Jong” menjadi perekat sosial antar etnis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya yang adaptif dan saling menghormati mampu memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat multietnis tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | komunikasi antarbudaya; kohesi sosial; etnis tionghoa; etnis melayu; desa puput |
| Subjects: | 100 - Filsafat dan Psikologi > 170 Etika dan filsafat moral > 175 Etika rekreasi, Etika Penampilan, Etika Komunikasi 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Komunikasi dan Penyiaran Islam > Tugas Akhir |
| Depositing User: | Adi Putra |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 04:35 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 04:35 |
| URI: | http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/4668 |
