Monicha, Monicha (2026) Self – compassion pada anak gepeng yang mengalami bullying di Lingkungan Parit 6 Kelurahan Bacang, Kota Pangkalpinang. Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
HALAMAN.AWAL_2124072.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (3MB)
BAB I_2124072.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (294kB) | Request a copy
BAB II_2124072.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (304kB) | Request a copy
BAB III_2124072.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (185kB) | Request a copy
BAB IV_2124072.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (417kB) | Request a copy
BAB V_2124072.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (21kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA_2124072.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (168kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA:
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self-compassion pada anak gepeng yang mengalami bullying di Kota Pangkal Pinang serta memahami bentuk-bentuk self-compassion yang ditunjukkan oleh subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Subjek penelitian terdiri dari tiga anak gepeng korban bullying yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis untuk memahami makna pengalaman bullying serta dinamika self-compassion dari perspektif subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying dialami subjek dalam bentuk verbal, fisik, dan sosial, yang berdampak pada munculnya rasa takut, tidak aman, rendah diri, serta ketidaknyamanan emosional. Respons coping yang digunakan subjek bervariasi, mulai dari diam dan menahan emosi, melawan secara fisik, hingga mengabaikan perlakuan bullying, namun strategi tersebut belum sepenuhnya adaptif. Dukungan keluarga terbukti menjadi faktor protektif utama dalam membantu regulasi emosi anak. Meskipun masih dalam tahap perkembangan dini, ketiga subjek telah menunjukkan cikal bakal self-compassion, yang tampak melalui kemampuan mengenali kelebihan diri (self-kindness), menyadari bahwa penderitaan juga dialami orang lain (common humanity), serta mengenali emosi yang dirasakan (mindfulness) secara sederhana. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa self-compassion pada anak gepeng korban bullying berkembang secara bertahap dan sangat dipengaruhi oleh dukungan lingkungan terdekat, khususnya keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang aman dan suportif untuk memperkuat ketahanan psikologis anak korban bullying.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | anak gepeng; bullying; regulasi emosi; self-compassion |
| Subjects: | 100 - Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi (ilmu jiwa) > 155 Psikologi diferensial dan psikologi perkembangan |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Psikologi Islam > Tugas Akhir |
| Depositing User: | Monicha Monicha |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 06:22 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 07:18 |
| URI: | http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/4566 |
