Suryan, Suryan (2025) Pemikiran Haji Batin Sulaiman dalam pendidikan akidah. Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_238101034.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
BAB I_238101034.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (289kB) | Request a copy
BAB II_238101034.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (494kB) | Request a copy
BAB III_238101034.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (237kB) | Request a copy
BAB IV_238101034.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (447kB) | Request a copy
BAB V_238101034.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (834kB) | Request a copy
BAB VI_238101034.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (143kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_238101034.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (208kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA
Tulisan ini mengkaji pemikiran Haji Batin Sulaiman dalam pendidikan akidah yang berkembang di Pulau Bangka pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Sebagai seorang ulama lokal, Haji Batin Sulaiman menaruh perhatian besar pada persoalan tauhid di tengah masyarakat yang masih dipengaruhi oleh tradisi lokal dan unsur sinkretis. Pemikiran beliau tercermin tidak hanya dalam aktivitas dakwah lisan, tetapi juga dalam sejumlah karya tulis beraksara Arab Melayu, di antaranya terjemah hadis “man 'arafa nafsahu faqad 'arafa rabbahu”, syahadat lima, dan Sair Tsani yang merupakan simpulan dari Asrar al-Insan karya Syekh Nuruddin al-Raniri.
Kajian ini bertujuan untuk mengungkap dan memetakan pemikiran Haji Batin Sulaiman dalam Pendidikan Akidah dari karya yang ditulisnya, serta untuk mengungkap kontrbusi pemikiran terhadap dinamika Pendidikan Islam di Pulau Bangka. Metode yang dipakai dalam kajian adalah tinjauan Pustaka atau studi literatur dengan pendekatan historis dan konten analisis. Selanjutnya pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan kritik sumber, transliterasi, melakukan interpretasi, dan analisis karya. Kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran Haji Batin Sulaiman dalam pendidikan akidah berorientasi pada penguatan tauhid melalui pendekatan yang memadukan aspek rasional, spiritual, dan sufistik. Dari hasil analisis karya yang menjadi objek kajian bahwa pemikiran Haji Batin Sulaiman menguatkan pada; pertama tauhid dengan cara pengenalan diri, kedua iman melalui syahadat lima, ketiga internalisasi akidah melalui tradisi lisan ddan tulisan, dan keempat pendidikan akidah dilakukan dengan cara rasional dan tekstual. Dengan demikian, pemikiran Haji Batin Sulaiman dalam pendidikan akidah dapat diposisikan sebagai warisan intelektual yang berharga sekaligus inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual dan berakar pada nilai tauhid.
ENGLISH
This paper examines the thought of Haji Batin Sulaiman in the field of Islamic creed (aqidah) education, which developed in Bangka Island in the late 19th to early 20th centuries. As a local cleric, Haji Batin Sulaiman paid great attention to the strengthening of tawḥīd amidst a society still influenced by local traditions and syncretic beliefs. His ideas were expressed not only through oral preaching but also through several written works in Malay-Jawi script, including the translation of the ḥadith “man ʿarafa nafsahu faqad ʿarafa rabbahu”, syahadat lima, and Sair Tsani, a summary of Asrar al-Insan by Shaykh Nur al-Din al-Raniri.
This study aims to reveal and map Haji Batin Sulaiman's thoughts on Aqidah Education from the works he wrote, as well as to reveal the contribution of thought to the dynamics of Islamic Education on Bangka Island. The method used in the study is a literature review or literature study with a historical approach and content analysis. Next, data collection was carried out by criticizing sources, transliterating, interpreting and analyzing the work. This study shows that Haji Batin Sulaiman's thoughts in faith education are oriented towards strengthening monotheism through an approach that combines rational, spiritual, and Sufi aspects. From the results of the analysis of the works that are the object of the study, Haji Batin Sulaiman's thoughts strengthen: first, monotheism through self-knowledge, second, faith through the five creeds, third, internalization of faith through oral and written traditions, and fourth, faith education is carried out in a rational and textual manner. Thus, Haji Batin Sulaiman's thoughts in faith education can be positioned as a valuable intellectual heritage as well as an inspiration for the development of contextual Islamic education rooted in the value of monotheism.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Keywords: | Pendidikan; Akidah; Tauhid; Tokoh; Islam; Bangka |
| Subjects: | 200 – Agama > 290 Agama lainnya > 297 Agama Islam > 297.5 Etika Islam; Praktik Keagamaan 900 – Sejarah dan Geografi > 920 Biografi dan silsilah > 920 Biografi, silsilah dan lambang |
| Divisions: | Pascasarjana > Pendidikan Agama Islam (S2) > Tugas Akhir Mahasiswa |
| Depositing User: | Suryan Masrin |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 06:38 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 06:38 |
| URI: | http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/4294 |
