Sudarno, Sudarno (2026) Tradisi pengajian ba’da maghrib dalam upaya penguatan literasi Al-Qur’an masyarakat di Desa Payabenua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik.
Halaman Awal_248101014.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (8MB)
BAB I_248101014.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
BAB II_248101014.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
BAB III_248101014.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
BAB IV_248101014.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (820kB) | Request a copy
BAB V_248101014 .pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (241kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_248101014.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (259kB) | Request a copy
Abstract
INDONESIA :
Tradisi pengajian ba'da Maghrib merupakan salah satu bentuk pendidikan Islam nonformal yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Muslim Indonesia dan telah berlangsung secara turun-temurun di Desa Payabenua sejak era dakwah Syaikh Abdurrahman Siddik hingga menjadi bagian penting dari identitas Desa Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi pengajian ba'da Maghrib dalam upaya penguatan literasi Al-Qur'an masyarakat, menganalisis strategi dan metode pembelajaran yang digunakan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberlangsungan tradisi tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan pendekatan fenomenologi serta desain penelitian lapangan. Sumber data penelitian meliputi guru mengaji, santri, orang tua santri, tokoh agama, dan pemerintah desa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan teori Living Qur'an dan resepsi Al-Qur'an Ahmad Rafiq (2014), teori belajar sosial Albert Bandura (1977), serta teori ekologi perkembangan Urie Bronfenbrenner (1979) sebagai kerangka analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pengajian ba'da Maghrib di Desa Payabenua merepresentasikan tiga mode resepsi Al-Qur'an, yaitu resepsi eksegesis, estetis, dan fungsional yang menjadikan pengajian sebagai identitas sosial-keagamaan dan mekanisme kontrol sosial masyarakat. Pembelajaran dilaksanakan melalui kombinasi metode sorogan, bandongan, Iqra', dan kajian kitab klasik yang dioperasionalkan melalui empat fase teori belajar sosial Bandura, yaitu perhatian, retensi, reproduksi motorik, serta motivasi dan penguatan. Keberlangsungan tradisi ini didukung oleh kuatnya akar historis dan kultural, keterlibatan keluarga dan tokoh agama, serta dukungan pemerintah desa, sedangkan hambatan utamanya meliputi beban akademik sekolah formal, kelelahan fisik santri, dan tingginya daya tarik aktivitas bermain teman sebaya. Sejalan dengan temuan Uswatun Hasanah (2022) dan Ahmad Dahlan dkk. (2022) bahwa penguatan literasi Al-Qur'an dipengaruhi oleh dukungan kelembagaan serta dinamika sosial-budaya masyarakat. Namun, penelitian ini berbeda dengan temuan di Bengkulu Selatan dan Aceh yang menempatkan lemahnya regulasi formal sebagai faktor utama penghambat program Maghrib Mengaji. Penelitian ini justru menemukan bahwa keberlanjutan tradisi pengajian ba'da Maghrib di Desa Payabenua bertumpu pada kesadaran kolektif masyarakat dan sinergi antara lingkungan keluarga, komunitas, dan kebijakan desa sebagaimana dijelaskan dalam teori ekologi Bronfenbrenner. Dengan demikian, penguatan literasi Al-Qur'an di Desa Payabenua bukan semata-mata hasil intervensi program formal, melainkan merupakan produk interaksi historis, kultural, sosial, dan kelembagaan yang saling menopang, di mana tradisi pengajian ba'da Maghrib menjadi pilar utama pembentuk identitas Desa Payabenua sebagai Desa Qur'an berbasis kesadaran kolektif masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Keywords: | tradisi pengajian ba'da maghrib; literasi al-qur'an; living qur'an; teori belajar sosial bandura; teori ekologi bronfenbrenner; desa qur'an; payabenua |
| Subjects: | 200 – Agama > 200 Agama > 200 Agama 200 – Agama > 200 Agama > 203 Praktik keagamaan lainnya 200 – Agama > 200 Agama > 204 Pengalaman religius, kehidupan dan praktik 200 – Agama > 200 Agama > 207 Misi dan pendidikan agama |
| Divisions: | Pascasarjana > Pendidikan Agama Islam (S2) > Tugas Akhir Mahasiswa |
| Depositing User: | Sudarno - - |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 07:11 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 07:11 |
| URI: | http://repository.iainsasbabel.ac.id/id/eprint/4884 |
